Seni Merawat Memar
Karya: Ahmad Hanan Shalahuddin AlbaniAda yang lebih sunyi dari malam yang jatuh,
yaitu jemari yang menyentuh bekas luka,
tanpa sisa amarah.
Merawat memar adalah tentang mengenali batas rapuh,
membiarkan perihnya bicara,
sebelum waktu membasuhnya menjadi tiada.
Tangis yang tersemat bersama peluh dan penat,
kini perlahan terkatup dengan rapat,
menjadi refleksi yang kusambut dengan khidmat.
Biarkan.
Biarkan luka lebam ini meranggas dan menetap,
menjadi pengingat bagi langkah dan jiwa,
agar tak lagi keliru dalam berbuat.
Karena aku percaya,
semesta selalu punya skenario
yang tak pernah mengajari kaki ini berjalan,
namun selalu mengajarinya untuk bertahan.
Purwoasri,17 Juli 2026