Menara dari Kertas
Karya: Aisyah Azka TsabithaAku pernah membangun langit
dari lipatan-lipatan harap,
lalu menancapkan matahari
di pucuk menara yang tak mengenal gentar.
Namun suatu pagi,
angin datang tanpa nama.
Ia tak merobohkan dinding,
hanya memindahkan arah.
Satu demi satu
burung-burung cahaya meninggalkan atap,
menyisakan jendela
yang sibuk memandang kehampaan.
Kini yang tersisa
hanyalah serpih-serpih langit
di telapak waktu.
Barangkali mimpi
tak benar-benar runtuh.
Ia hanya berubah menjadi debu,
agar suatu hari
dapat dibentuk kembali
oleh tangan yang tak lagi sama.
Kairo, 16 Juli 2026