Akar yang Tak Tumbang
Karya: Debra Ferlita EfrilyantiTakdir lebih dahulu memetik dua bintangku,
menyisakan langit yang belajar memeluk sunyi.
Namun akar-akar renta menegakkan langkahku,
menitipkan harapan pada setiap pagi.
Luka tak mengajariku menjadi lemah,
melainkan menyalakan bara dalam jiwa.
Di telapak waktu kutanam mimpi,
hingga tangis berubah menjadi nyala.
Bila kelak namaku bergaung di cakrawala,
itu bukan karena hidup selalu ramah.
Melainkan sebab aku memilih bertumbuh,
sementara luka memilih tinggal sebagai sejarah.
Malang, 27 Juli 2026