Di Antara Pecahan Langit
Karya: Andi Alfina SarahMimpi pernah kupeluk seperti cahaya yang tak mungkin padam. Aku menapaki hari dengan keyakinan bahwa setiap doa akan menemukan jalannya. Namun takdir menghadirkan badai yang merobohkan harapan sebelum sempat kupetik hasilnya. Aku terdiam, memungut serpihan cita-cita yang berserakan bersama air mata. Malam terasa panjang, sementara hatiku kehilangan arah. Akan tetapi, fajar selalu datang meski langit sempat gelap. Perlahan kusadari bahwa yang runtuh hanyalah angan, bukan keberanian untuk melangkah kembali. Dari kegagalan, aku belajar menghargai proses yang dahulu sering kuabaikan. Kini aku tidak lagi takut kehilangan, sebab setiap jatuh mengajarkan cara berdiri lebih teguh. Mimpi boleh hancur berkali-kali, tetapi harapan akan selalu menemukan rumahnya di hati yang tidak pernah menyerah hingga akhir perjalanan hidup.
Bone,28 juli 2026