Langkah yang Tak Pernah Sampai
Karya: Finny A.Octonika Br S.DepariAnak tangga itu menghafal sepasang telapak kaki
yang selalu datang lebih dulu daripada matahari.
Telapak kaki itu selalu menciptakan irama,
setiap pijakan percaya bahwa puncak itu nyata.
Entah berapa anak tangga yang telah ditaklukkan,
ia tak pernah menghitungnya.
Lantai berkali-kali mengenal lututnya,
namun langkah itu tak pernah lupa arah.
Ketika matahari terbenam, keramaian perlahan menghilang,
hanya menyisakan meja makan dan keheningan.
Keheningan itu lebih pandai berbicara daripada siapa pun,
mampu mengubah arah langkah tanpa diminta.
Saat kembali, anak tangga itu masih setia menanti.
Namun, langkahnya mulai enggan kesana.
Setiap langkah kini lebih akrab dengan arah pulang.
Menapakinya sama saja membiarkan rasa lapar setia mengeja malam.
Tak ada yang bersalah.
Buku-buku menyimpan langit, tetapi cangkul menanam bumi.
Akhirnya, ia memilih tunduk kepada tanah.
Dan anak tangga hanya mengenang bunyinya.
Sumatera Utara, 28 Juli 2026