Mekar di Atas Retak
Karya: Andieni Aprilia WardaniAku pernah menjadi
musim yang kehilangan arah,
menyimpan hujan lebih lama
daripada cahaya.
Kepercayaan yang kubangun
runtuh satu demi satu,
menyisakan retak yang dalam
di ruang bernama hati.
Lalu kau datang,
bukan sebagai penyelamat,
melainkan teman perjalanan
di antara pecahan luka.
Kau tak meminta
agar aku segera pulih,
kau hanya mengajariku
bahwa tangis bukan kalah.
Sedikit demi sedikit,
aku membuka jendela,
membiarkan harapan masuk
bersama embusan angin.
Kini aku mengerti,
luka tak harus hilang,
ia hanya ingin diterima
agar berubah menjadi kuat.
Sebab bunga tak memilih
tanah yang sempurna,
ia tetap mekar perlahan
di sela-sela retakan.
Begitu pula aku,
dari kehilangan yang panjang,
dari air mata yang jatuh,
dan hati yang pernah patah.
Aku belajar percaya,
aku belajar bertahan,
hingga kusadari akhirnya
aku mekar di atas retak.
Gresik, 16 Juli 2026