Tumbuh Dari Luka
Karya: Irene DestiantaDi ruang paling sunyi di dalam dada, perih itu menetap tanpa permisi. Membuat hatimu yang semula ceria, kini layu tersedot sepi yang menguji.
Kau pikir retakan itu akan abadi, menghancurkan sisa mimpi yang tersisa. Namun lihatlah celah sempit di dinding hati, tempat cahaya pelan-pelan mulai menerpa.
Rasa sakit adalah guru yang paling jujur, ia meruntuhkan keangkuhan yang semu. Membiarkan egomu hancur dan melebur, agar terbentuk versi baru dari dirimu.
Air mata bukanlah tanda kau menyerah Kalah, melainkan basuhan suci untuk jiwa yang lelah. Di atas tanah hati yang pernah patah, kini tunas ketabahan mulai merekah indah.
Jangan lagi kau sembunyikan bekas goresan itu,
sebab di sanalah letak awal kekuatanmu. Kau telah melewati badai yang begitu kelam, kini bersiaplah mekar, menjadi pemenang malam.
Tangerang, 16 Juli 2026