Metamorfosis Sayap-Sayap Basah
Karya: Achmad Fathir RaharjoMungkin, seisi masa kecil tak pernah benar-benar tumbuh.
Mereka hanya belajar di sela napas yang gaduh.
Di balik kelam yang penuh serapah,
amarah membakar dada yang lelah.
Aku, sang kepompong yang ringkih,
merajut asa di balik serpihan perih.
Metamorfosis yang penuh luka,
saat badai mengoyak tanpa iba.
Namun dendam tak kubiarkan berkuasa,
kuikhlaskan maaf atas segala nestapa.
Cangkang kelam kini pecah berkeping,
menyisakan sayap yang basah dan hening.
Aku telah tumbuh melampaui lara,
mengubah perih menjadi lentera.
Tak ada lagi takut pada badai yang garang,
sebab pasrahku telah berlabuh tenang.
Kini aku tahu, ya Tuhan,
luka ini hanyalah jalan.
Tempatku berpayung pada takdir-Mu yang suci,
agar sayap-sayap basah ini merekah abadi.
Depok, 17 Juli 2026