Merajut Bait yang Patah
Karya: Ni Wayan Suputri Anggari NingsihDi antara reruntuhan istana diksi yang kubangun megah,
Kini tersisa lara yang merajam tanpa celah.
Bagai dedaunan gugur yang terhempas pasrah,
Hingga karam di rahim malam di atas tanah merah.
Semua patahan amanat yang kita rajut bersama,
Kini lenyap tak berbekas dan kehilangan sukma.
Ibarat pelataran sunyi yang kehilangan pelita,
Hanya dilingkupi kelam berselimut duka.
Akankah bisa kembali kurajut bait peradaban,
Membasuh puing istana dengan wewangian,
Menyusun satu demi satu serpihan yang telanjur berantakan,
Menghidupkan melati dan mahoni di taman kenangan?
Sebab esok aksara kita tak boleh mati dalam kekalahan.
Bali, 18 Juli 2026