Doa penutup
Tuhan, aku datang tanpa mahkota harap, hanya membawa sisa diri yang patah oleh waktu juga manusia.
Lukaku tak lagi berdarah
Ia mengering menjadi sunyi
Yang panjang dan dingin_sunyi yang bahkan doa pun tersesat didalamnya.
Aku telah mengetuk langit
Jika ini permintaanku yang terakhir
Tolong dengarkan tanpa murka;
Aku tidak meminta dunia kembali ramah,
Aku hanya memohon agar hatiku tak terus dihukum oleh harapan.
Bila yang ku pinta bukan kehendak-Mu
Jangan biarkan aku terkatung
Di antara percaya dan putus asa
Ajari aku cara menyerah
Tanpa membenci hidup,
Ajari aku istirahat tanpa harus lenyap.
Sebab aku lelah, Tuhan_bukan ingin tiada
Hanya ingin selesai dari sakit yang tak bernama.
Dan jika takdirmu adalah diam, jadikan ia selimut bukan jurang.
Palembang 18 Januari 2026