Salma Nurul Adhiya - Di antara Amin dan Harapan (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Di antara Amin dan Harapan
Di bawah langit yang melengkung sunyi, aku berdiri, menata serpihan angan yang nyaris tanggal oleh sepi. Setiap malam, kukirimkan sepatah kata paling rahasia, menyelinap di sela jemari yang merapat penuh percaya. Mulutku baru saja melabuhkan satu kata penutup: Amin, namun hatiku masih berlayar, diombang-ambing angin.
Di ruang antara sujud dan jawaban yang belum tiba, aku belajar mengeja sabar tanpa perlu bertanya mengapa. Harapan adalah lentera kecil yang apinya enggan mati, meski badai keraguan berkali-kali datang menyatroni hati. Ia tidak menuntut waktu, ia hanya meminta setia, bahwa setiap peluh dan air mata takkan berakhir sia-sia.
Aku menitipkan mimpi pada pundak takdir yang perkasa, sembari menanti fajar menyapu sisa-sisa gelapnya masa. Sebab di antara amin dan kenyataan yang masih tersembunyi, ada janji Tuhan yang takkan pernah ingkar menepati janji.
Tasikmalaya, 20 januari 2025
Posting Komentar