Jelaga yang Senantiasa Tinggal
Karya: Zhefara Dwi RivaldiSukmaku terus menanti hadirmu,
bagai pintu yang tak pernah tertutup bagi langkahmu.
Pintu yang kubiarkan tanpa kunci,
agar ragamu tak pernah terhalang untuk pulang.
Barangkali esok, kau mengetuk pintu itu.
hati yang berkelana terus mendamba hadirmu,
bagai arunika yang dinanti setelah panjangnya malam.
Engkaulah mula segala luka,
kepadamu pula penawarnya bermuara.
Betapa naif pikirku masih mengharapmu kembali,
tetapi rindu tak berkuasa atas siapa ia bermuara.
Jiwaku enggan melepas ragamu.
Banten, 3 Oktober 2026