Arsip yang Tak Pernah Selesai
Karya: Riska puji pratiwiArsip yang Tak Pernah Selesai
Aku sedang belajar melupakanmu
dengan cara menghapus tanggal,
mengganti lagu,
dan membiasakan pagi
tanpa menunggu kabar.
Kupikir ingatan hanyalah lemari:
cukup ditutup,
lalu segala sesuatu di dalamnya
akan kehilangan cahaya.
Ternyata tidak.
Ada namamu yang tetap menyala
di tempat paling sunyi dalam kepalaku.
Ada suaramu yang muncul
ketika dunia terlalu sepi.
Ada rindu yang tumbuh
justru setelah aku bersumpah
tak akan mengingatmu lagi.
Mungkin manusia memang aneh:
kita mengubur sesuatu
agar dapat hidup,
namun diam-diam
kita terus menggali tanahnya
dengan ingatan sendiri.
Kini aku tak lagi bertanya
kapan aku akan melupakanmu.
Aku hanya bertanya,
berapa lama seseorang
harus kehilangan
sebelum akhirnya mengerti
bahwa yang ingin ia lupakan
ternyata bukan seseorang,
melainkan dirinya
yang pernah begitu bahagia
ketika bersamanya.
Temanggun, 03 oktober 2026