Mawar Merah
Karya: Siti Mutoli'ahElok, rupawan, dan semerbak menenangkan hati
Batang yang kuat, perkasa, dan penuh duri
Membuatku yang dulu terbuai sekaligus menahan pedih
Menenangkan, tetapi juga memberi goresan
Melindungi sekaligus menyakiti
Kini aku sadar, tak selayang indah dapat membawa bahagia
Tak selamanya yang terasa aman tidak memberikan luka
Luka membekas yang mengingatkanku kembali pada kenangan itu
Kenangan yang telah kami ukir selama ini
Bahkan pelangi yang hanya menyapa sebentar saja, kilaunya masih membekas
Lantas bagaimana bisa aku lupa dengan kenangan yang telah kami lalui bertahun-tahun bersama
Bahkan saat mencari bunga lain pun, kenangan itu masih terlintas
Bukan karena wanginya yang tertinggal, melainkan goresan lama yang masih terasa
Melupakannya bagaimana menelan obat yang pahitnya tertinggal di kerongkongan
Bukan karena menolak untuk melupakan, melainkan ada rasa sakit yang masih harus disembuhkan perlahan.
Semarang, 18 Oktober 2026