Rindu untukmu yang pergi
Karya: Siti hasninang watiDi kursi kayu yang mulai menua, aku duduk menatap ruangan tempat awal mula kita bertemu.
Kau pergi tanpa sempat melambaikan tangan, meninggalkan riuh yang perlahan berubah menjadi kesunyian yang pekat.
Dunia terus berjalan bergegas, seolah tak peduli, namun di kepalaku kenangan tentangmu tak pernah terkikis dan tak pernah pudar.
Kuingat caramu menepuk pundakku saat rapuh, caramu tertawa, dan mimpi-mimpi yang pernah kita rajut bersama.
Kini, setiap kali kau melintas di pikiranku, dadaku sesak merindukanmu. Rindu ini menjelma gerimis yang tak pernah reda.
Sahabat, tidurlah dalam damai yang abadi, di tempat paling indah di sisi-Nya.
Aku di sini belajar merelakanmu dengan ikhlas. Meski kini aku tak lagi melihatmu, wajah dan tawamu akan selalu abadi dalam ingatanku.
Warinta, 15 Oktober 2026