Titik Jenuh Merindumu
Karya: Arum Puji AstutiDalam dekap malam yang terus berlalu,
Setiap malam yang terus memikirkanmu,
Wajahmu yang tak luput hilang dari ingatanku,
Dan hanya dirimu yang selalu ada di pikiranku,
Entah kenapa selalu dan selalu seperti itu,
Berulang dan terus berulang kembali tanpa ku mau,
Tak pernah ku mau dirimu pergi dari singgahan hati ini,
Mengingatmu kembali dan terus berulang,
Kini seperti kepungan rasa rindu dan benci menjadi satu,
Tak mengerti apa hendak hati ini,
Tahu disakiti tapi tetap tak jenuh merindumu,
Kenapa penghianatan itu seakan tak membuatku ingat,
Kapan bisa melepas rindu tak berarti ini,
Waktu akan terus membawaku dalam kegilaan ini,
Entah apa arti dari segala rasa ini Tuhan,
Dia datang hanya untuk singgah ketika jenuh,
Dan pergi ketika mendapati yang baru,
Titik Jenuh Merindumu itu tak pernah nyata,
Padang, 15 Oktober 2026