Pada akhirnya, aku belajar melupakan
Karya: RidwanAda namamu yang dahulu kutitipkan
kepada langit, bersama doa-doa yang paling rahasia.
Kukira waktu akan menjaganya tetap abadi,
ternyata waktu pula yang mengajarkanku
cara menguburnya perlahan.
Dahulu, setiap senja adalah jalan pulang menuju kenangan.
Kini, cakrawala hanya mengajarkanku
bahwa segala yang indah pun mengenal perpisahan.
Aku pernah menunggumu
seperti bumi menanti hujan di musim kemarau,
meski akhirnya yang datang hanyalah sunyi.
Namun, barangkali melupakan bukan perkara menghapus nama,
melainkan belajar menyebutnya tanpa berharap ia kembali.
Maka, biarlah kisah kita menjadi aksara
yang pudar di halaman waktu.
Aku akan melanjutkan langkah,
membawa hati yang pernah patah
menuju pagi yang tidak lagi menanyakanmu.
Dan jika kelak aku benar-benar lupa,
semoga itu bukan karena aku berhenti mencintai,
melainkan karena aku telah selesai berdamai dengan perasaanku sendiri
Panggal-panggal, 30 September 2026