RINDU YANG TERTINGGAL
Karya: Patrepio Desno TalalabAku rindu kemerdekaan
yang dahulu datang membawa harapan,
bukan sekadar kata
yang tertulis di dinding-dinding kekuasaan.
Di bawah langit yang sama,
rakyat kecil masih berjalan dengan kaki lelah.
Dapur mereka sering sunyi,
sementara harga kebutuhan terus meninggi.
Anak-anak belajar dengan mimpi,
tetapi sebagian terpaksa berhenti
karena hidup meminta mereka bekerja.
Kemerdekaan seolah telah pergi,
meninggalkan mereka di pinggir jalan.
Bendera masih berkibar,
namun keadilan terasa jauh.
Ada yang berkata negeri ini telah merdeka,
tetapi rakyat kecil bertanya dalam diam:
jika kemerdekaan benar-benar tinggal di sini,
mengapa kami masih harus berjuang
hanya untuk sekadar hidup?
Maka kerinduan itu terus tumbuh—
rindu pada kemerdekaan
yang tidak hanya menjadi milik mereka yang berkuasa,
tetapi juga pulang
kepada rakyat kecil yang sejak dulu menjaganya.
Sekon, 08 Desember 2009