Rindu yang tak terbantahkan
Karya: Muhammad Fatih AlrasyamMenatap bintang selepas hujan,
bagai memandang bunga mekar
setelah fajar terbentang.
Indah, namun tak sanggup kupetik.
Sama seperti engkau yang hilang,
meninggalkan jejak yang membekas,
lalu pergi tak kembali
tanpa membalas suara hati.
Setiap sunyi yang menghantui
selalu ditemani angin bergemuruh
di dalam hati ini,
dengan bulan sabit yang menghakimi.
Lalu, bintang menjadi saksi
antara langit dan bumi.
Langit adalah amarahku,
sedangkan seisi bumi adalah rinduku.
Tanpa kusadari,
justru selalu kamu
yang ada dalam benak jiwa ini,
yang tak bisa kupungkiri.
Aceh besar, 18 Oktober 2026