Rindu Larut, Binarnya Hancur
Karya: I FitriaMalam membendung rindu yang kian tak bertepi,
Menjelma doa tersesat di relung sunyi.
Kau bongkahan kenangan yang tumbuh abadi,
Menjadi alasan hariku bernyawa ntuk berdiri.
Rindu itu melilit dalam pekat,
Namun menanggungnya sendiri terasa lebih mengikat.
Katanya rindu tak berwujud kasat,
Justru rasuk memenuhi angan,
Mendekap mata untuk tetap bertahan.
Aromanya mengetuk jiwa yang lelah,
Bagai kelopak daisy kuning menari indah.
Meski suaramu tak lagi menggema,
Namamu tetap berdetak dalam dada.
Harapan melaju cepat tanpa gentar,
Menjemput senyummu yang pernah berpendar.
Angin malam menyibak bayang yang terbiar,
Hingga melihat bola matamu yang berbinar.
25 Oktober 2026