Barangkali aku
Karya: Hanifah alhamnahBarangkali, Aku
Sore itu, seseorang duduk di dekat jendela, memandangi langit yang perlahan kehilangan warna.
Di antara pantulan kaca, ia melihat bayangan seseorang yang tertawa tanpa takut pada hari esok. Seseorang yang tidak sibuk menebak ke mana hidup akan membawanya. Ia hanya menikmati hari: bercanda, bercerita, dan tertawa seolah waktu tidak pernah memintanya terburu-buru.
Namun, hidup pandai berubah tanpa meminta izin.
Perlahan, tawa menjadi jarang. Langkah semakin hati-hati. Hari-hari dipenuhi kekhawatiran tentang sesuatu yang bahkan belum terjadi.
Ia masih menatap bayangan itu.
Aneh. Wajahnya begitu akrab. Tawanya seperti pernah tinggal di dalam dirinya.
Barulah ia mengerti, yang selama ini dirindukan bukanlah seseorang yang pergi.
Barangkali, ia hanya sedang merindukan dirinya sendiri.
Dirinya yang pernah sederhana, yang cukup bahagia dengan hari ini, tanpa terlalu takut pada hari esok.
Barangkali, aku.
30 September 2026 Bogor