Utin putri safirah - Takdir Yang Berpapasan (Pada Akhir Perpisahan) (OSN 3.9)

📅 01 Oktober

 Takdir Yang Berpapasan (Pada Akhir Perpisahan)

Karya: Utin putri safirah


Perjalanan adalah labirin misteri,
yang menuntun langkahku bersisian dengan langkahmu dan pertemuan itu.
Kautemukan aku, akutemukan kamu;
sepasang jiwa yang merasa telah mengakhiri pencarian,
saling mengira bahwa kita adalah jawaban dari doa yang sempat tertunda.
Kadang aku mengira kita adalah asam dan garam,
dua rasa berbeda yang ditakdirkan melebur dalam satu belanga kehidupan.
Namun, semesta ternyata menuliskan drama yang lain;
sebuah epik yang tak seindah dongeng-dongeng pengantar tidur.
Kita terlalu silau oleh kemiripan.
Melihat latar belakang kita bagai cermin yang sejajar,
lalu dengan lugu aku berbisik pada malam:
"Takkan ada badai, semua akan mudah, kau dan aku akan melebur menjadi 'kita'."
Kini, pijar istimewa itu telah meredup,
namun kehangatan kasih sayangmu telanjur membekas di relung paling dalam.
Aku tertegun di persimpangan ini, mempertanyakan maksud dunia;
mengapa ujung dari cerita yang begitu indah harus berakhir dengan ketidakbersamaan?
Kubiarkan waktu bekerja, menjahit luka-luka yang menganga,
sembari berharap rindu ini perlahan menguap jadi udara.
Meski sebuah tanya besar tetap menggantung di langit-langit kepala:
Akan adakah lagi jiwa sekembar dirimu di masa depan nanti?
Sekali lagi, aku menatap bayang-bayang masa lalu kita,
pada semua kemudahan yang sempat kukira nyata.
Kini, peluit perpisahan telah ditiupkan.
Kau melangkah maju menembus kabutmu,
dan aku berbalik, melanjutkan langkah menyusuri jalanku.
Kita tak lagi searah,
maka kupitaskan doa paling tulus di penghujung tatap:
Hati-hati di jalan kelanamu, pada kata akhir itu aku berharap kita akan menjadi dua orang yang bahagia dalam kehidupan masing-masing .
Akhirnya bayangmu memudar,
bersama bayang sunyi yang tak lagi melukai.




pontianak, 30 September 2026