Rindu yang Tak Pernah Pulang
Karya: Dedi PatandukSenja menurunkan jingga di bahu gunung,
aku berdiri di beranda waktu,
menghitung burung yang pulang,
namun namamu tak singgah di sayapnya.
Rindu ini rumah tanpa pintu,
setiap sudutnya memanggil langkahmu,
setiap jendelanya menyimpan doa
yang kutitipkan pada angin malam.
Kerinduan adalah tinta yang tak pernah kering,
kutulis di halaman-halaman sunyi,
tentang tawa yang tertinggal di ambang pagi,
tentang pelukan yang kini hanya bayang.
Jika jarak adalah sungai panjang,
kuseberangi dengan sabar dan sajak,
sebab rindu tak pernah belajar menyerah,
ia hanya belajar menunggu.
Bila kelak engkau pulang,
kau temukan aku di tempat yang sama,
bersama sebatang pena dan seribu kata
yang bermuara pada namamu.
Tana Toraja, 04 Oktober 3026