Bayang Ibu di Sudut Rumah
Karya: Amelia Normiati HebiDi sudut dapur yang kini terdiam sunyi,
aroma masakanmu masih tertinggal dalam ingatan.
Langkah kakimu yang dulu selalu menghidupkan pagi,
kini telah menjelma duka yang tak pernah bertepi.
Ibu, waktu berjalan terasa begitu cepat,
meninggalkan aku yang masih setia memeluk kenangan.
Setiap sudut rumah ini selalu menyimpan gelak tawamu,
namun kini hanya ada gemericik sunyi yang menyapa.
Rindu ini melingkar lembut seperti kabut tipis,
tak teraba tangan, namun terus menyusup ke dada.
Mengingatkanku pada kehangatan usapan jemarimu,
serta belas kasih tulus yang tak pernah pudar.
Kini engkau telah berada jauh di sana,
hanya untaian doa yang mampu menyeberangi jarak.
Semoga damai senantiasa menyertai langkahmu di surga,
sebagaimana namamu yang selalu hidup dalam tiap detak napasku.
Kupang, 05 Oktober 2026