Ruangan penuh trauma...
Karya: AKBAR GUSTIAN RAMADHANDi dalam sana begitu berisik sampai-sampai aku tak sanggup untuk melirik.
Aku menatap ke arah langit sambil mendengarkan ruangan yang selalu berisik.
Mataku tak hentinya melirik ke arah langit yang selalu memanggilku untuk melirik ke arah ruangan yang selalu berisik.
Sesekali aku bertanya pada langit, mengapa kau ingin selalu membuatku melirik pada ruangan yang begitu berisik.
Ruangan yang selalu kututup rapat dari kepala yang membuatku kehilangan akal sehat.
Perlahan kututup mata, melihat indahnya trauma dari ruangan yang dulu tak sanggup kuterima.
Walaupun kini sudah sangat dalam luka yang ia berikan dalam ruangan yang penuh dengan kenangan, tapi aku akan menerima sang trauma yang akan menjadi teman lama.
Subang 21 September 2026