Abu Yasir Yusuf - Samudra Rindu Di Ujung Senja (OSN 3.9)

📅 07 Oktober

 Samudra Rindu Di Ujung Senja

Karya: Abu Yasir Yusuf


Di bawah naungan langit senja yang temaram,
Aku duduk seorang diri dalam diam.
Menerawang jauh menembus batas cakrawala,
Mengingat kembali segala kenangan masa.

Kerinduan datang menghantam sanubari,
Bagai gelombang samudra yang tiada henti.
Menghantam karang keteguhan jiwa,
Membawa serta sekelumit rasa berharga.

Waktu berjalan merangkak dengan lambat,
Di ruangan sempit yang terasa amat penat.
Setiap detik berdetik membawa derita,
Ketika bayangmu hadir menghiasi mata.

Engkau yang pergi merantau ke negeri seberang,
Meninggalkan desa dalam dekapan malam yang terang.
Jarak membentang luas tanpa belas kasihan,
Memisahkan raga dalam ruang kesendirian.

Ingatanku melayang pada masa lampau,
Ketika tawa kita berderai tanpa galau.
Berlari bersama di bawah rintik hujan,
Menikmati indahnya dunia dalam pelukan.

Namun kini, semua tinggal kenangan belaka,
Yang terus bersemayam di dalam dada.
Tiada lagi suara lembut yang menyapa,
Hanya gema sunyi yang datang menyiksa.

Aku bertanya pada angin yang berhembus,
Apakah rindumu padaku juga tulus?
Apakah engkau di sana merajut asa,
Sama seperti aku yang menahaniksa?

Bulan sabit bersinar menerangi kegelapan,
Menjadi saksi bisu atas segala penantian.
Aku menengadah memohon kepada Sang Kuasa,
Agar kelak kita dipertemukan dalam bahagia.

Kerinduan ini ibarat bara dalam sekam,
Tersembunyi rapi di balik senyum yang kelam.
Ia membakar perlahan tanpa suara,
Menyisakan abu kerinduan yang tiada tara.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan,
Aku tetap setia dalam penantian panjang.
Tidak ada lelah yang mampu memadamkan,
Api cinta yang telanjur bersemayam.

Wahai kekasih jiwa yang jauh di sana,
Dengarkanlah bisikan angin nan merana.
Kirimkan kabar meski hanya sepucuk salam,
Untuk mengobati hatiku yang kian tenggelam.

Ketahuilah bahwa rumah ini selalu menanti,
Dengan segala kehangatan yang tersisa di hati.
Jangan biarkan jarak merusak ikatan suci,
Yang telah kita jalin sejak hari pertama ini.

Semoga waktu lekas mempercepat langkahmu,
Membawa dirimu kembali ke pelukan rumahku.
Agar kerinduan yang menyesakkan dada ini,
Sirna seketika oleh hadirmu yang sejati.


Jakarta, 5 Oktober 2026