Ahmadi Wahidan alqiro - Menyulam Jarak, Mengingat Pulang (OSN 3.9)

📅 02 Oktober

 Menyulam Jarak, Mengingat Pulang

Karya: Ahmadi Wahidan alqiro


Bayang-bayang sore pelan-pelan merayap di dinding kamar,
menelan cahaya yang menyisa tipis di ambang petang.
Di sini, di sudut ruangan yang selalu menyimpan kenangan,
aku duduk merajut sepi yang tak kunjung menemukan terang.
Jarak ini terasa seperti bentangan benua yang tak bertepi,
menjauhkan jemariku dari kehangatan jemarimu yang tenang.
Setiap detik yang berdetak di dinding terasa begitu berat,
seolah waktu sengaja melambat untuk memperlama rasa raga yang meranggang.
Aku rindu bisik suaramu di sela riuh dunia,
suara yang selalu berhasil meredakan badai di dalam dada.
Aku rindu tawamu yang sederhana,
yang mampu mengubah hari paling gulita menjadi penuh warna.
Kini, riuh kota di luar sana terasa begitu asin dan asing,
ramai orang lalu-lalang tanpa ada satu pun ragamu.
Di antara ribuan wajah yang bersimpangan di trotoar,
hanya bayangmu yang terus menari di dalam benakku.
Rindu ini bukan sekadar ingatan yang mampir sebentar,
ia adalah telaga dalam yang terus membesar saat senja tiba.
Ia mengalir di setiap aliran darah,
mengetuk pintu dada dengan ngilu yang tak bersuara.
Kadang aku bertanya pada langit yang menua malam ini,
apakah di sana engkau juga menatap bintang yang sama?
Apakah angin yang berembus dingin di jendelamu
turut menyampaikan selarik kehangatan dari pelukku yang tertunda?
Malam makin larut, membawa sepi pada puncaknya yang sunyi,
namun namamu tetap menjadi doa yang tak pernah selesai kusebut.
Sebab sejauh apa pun langkah kita dipisahkan takdir,
engkaulah satu-satunya rumah, tempat hatiku selalu ingin berlabuh.



30 September 2026