Semenunggu Ada Tujuh Hari
Karya: Ahmad Alif Fathur Rizqi MubarokKetika kamu mencintainya di hari Ingin,
bukankah setelahnya adalah Selesai?
Ketika kamu mencintainya di hari Selesai,
bukankah langkah berikutnya ialah Ragu?
Lalu ketika rasa itu bersemi tepat di hari Ragu,
bukankah setelahnya hadirlah Tangis?
Dan ketika Tangis hendak kamu tinggalkan,
kamu melewati Tamat yang melaknat,
kemudian tertipu singgah sejenak pada Semu,
sebelum akhirnya tiba di Menunggu.
Oh Menunggu hari itu fikir sangat merindu
Sampai pada saat Ingin kembali padamu
Tepat esoknya,
kamu kembali memeluk cintanya
pada hari Ingin yang sama
Dengan waktu yang berbeda
Berbaring wajah ku tanyakan padamu
apakah itu benar-benar ingin yang sama?
Jikalau iya semoga saja Selesai bukanlah hari setelahnya
Salatiga, 5 Oktober 2026