Menganga Lebar
Karya: ZAHRA VERDIANA SARYAku di sini, lebamku belum sembuh,
lukaku masih menganga lebar,
ada di mana ketika aku terduduk lemas,
buliran air mata itu terjatuh kembali.
Sayangku, kau tidak melihatku di sini?
Sayangku.. Bantu aku menjahit lukaku yang masih menganga mengeluarkan darah segar ini ya?
Sayang.. Tawamu lebar dan lantam sekali terdengar berdengung ditelingaku,
sedangkan aku? Aku masih sibuk sekali menampung darah-darahku.
Kerap kali aku meringkuk, membutuhkan peluk hangatmu,
Sayang, apakah sudah ada penggantiku?
Separuh atmaku hancur lebur sayang..
Sayang, kembalilah pada peluk hangatku,
pintu ini masih terbuka lebar meski lantainya kotor sebab-sebab bercak darahku yang belum bersih, kembalilah sayang, kembalilah cinta, aku merindukanmu.
Jika nanti pada akhirnya kau tak kembali dan aku yang mati sebab kehilangan banyak darah, datanglah untuk melihat pusaraku, meski sebentar, setidaknya atmaku yang terkubur, dapat mendengar suaramu yang indan nan kurindukan.
Dariku—Untukmu, Jiwaku.
Riau, 13 September 2026