Di balik riasan pantomim
Karya: Yasmin IbrahimDi balik panggung yang riuh,
Seorang lelaki membedak wajahnya dengan kabut putih.
Ia menggambar sepasang alis tinggi dan garis bibir yang melengkung lebar,
Menciptakan riang artifisial demi membungkus
Sepi yang mengendap di balik dada.
Saat lampu sorot menyala terang,
Tubuhnya menari tanpa patah,
Ia bergerak menyapa riak penonton.
Menukar keheningan menjadi tepuk tangan yang membahana di udara.
Namun begitu tirai tebal warna merah di tutup rapat,
Gemuruh sorak itu menguap begitu cepat,
Ruang ganti kembali hening,
Menyisakan gema nafas yang terasa sesak dan berat.
Di depan cermin kaca yang berdebu,
Ia mengusap cat di pipinya hingga luntur,
Bintik air mata perlahan jatuh membisu,
Melelehkan tawa palsu yang baru saja ia sewakan.
Ia kembali menjadi asing bagi dirinya sendiri, merawat luka yang tak pernah sempat diberi suara.
Solo, 09 september, 2026