Wira Manik - Siasat Terakhir Mengakali Duka (OSN 3.8)

📅 02 September

 Siasat Terakhir Mengakali Duka

Karya: Wira Manik


Hidup datang membawa cawan empedu,
menyuruhku minum hingga doa terasa kelu.
Di telapak kaki, luka menjelma duri;
aku memilih menari,
bukan sebab nyeri telah pergi,
melainkan agar duka kehilangan kuasa
atas tubuh yang enggan menyerah.

Tawa bukan pesta tanpa air mata.
Ia siasat terakhir ketika nasib
mengunci seluruh pintu cahaya;
sebuah celah yang kucungkil dari gelap
agar jiwa masih mengenali jalan pulang.

Kemudian lahirlah engkau.
Kuberikan kepadamu nama yang kupelajari
dari pahit paling sunyi: Tawa.
Kelak, jika dunia menyuguhkan empedu,
teguklah tanpa membenci kehidupan.
Biarkan pedih tinggal sebagai pelajaran,
bukan sebagai tuan.

Tertawalah, anakku,
bukan untuk menyangkal luka,
melainkan untuk mengingatkan semesta:
kita pernah hancur,
tetapi tidak pernah selesai.


Medan, 1 September 2026