Salva Arifa - Nyanyian Sunyi di Ujung Malam (OSN 3.8)

📅 02 September

 Nyanyian Sunyi di Ujung Malam

Karya: Salva Arifa


Ketika rimba waktu menyerah pada pekat
dan bayang-bayang kota memilih lelap,
ada luka yang merayap tanpa remang seraut pun,
membuka kelopak perih yang lama tersimpan rapi.
Dunia telah menutup pintu dari segala riuh,
Menyisakan aku dan sepi yang menjelma karang.

Di balik tirai jendela yang enggan bergeming,
air mata luruh sebagai rintik paling jujur
ia tak butuh pentas, tak pula riuh tepuk tangan
ia hanya lelehan sunyi yang membasahi benang-benang dada.

Tiap tetesnya adalah bisikan yang tak sempat terucap,
tentang lelah yang menyamar jadi senyum di siang hari,
tentang patah yang terpaksa tegak di hadapan tatapan asing.
Malam merangkul retak-retak jiwa dengan jemari dinginnya,
menjahit setiap perat yang nyaris tercerai-berai.

Di sini, di ceruk paling dalam tempat doa-doa membisu,
nyanyian ini bergema—tanpa nada, tanpa kata,
hanya getar pilu yang memeluk takdirnya sendiri.
Namun tangis ini bukanlah pengakuan kalah,
bukan pula ratap yang meratapi takdir.

Ia adalah sarang bagi letih yang ingin beristirahat,
cara paling sunyi untuk memaafkan segala yang hilang.
Sebab kelak, ketika fajar memecah tirai pekat
dan menyapu sisa-sisa embun di ambang jendela,
nyanyian sunyi ini akan selesai.

Aku akan kembali melangkah menembus terang,
membawa dada yang telah dibersihkan oleh duka,
dan jiwa yang belajar berdiri, sekali lagi.




Kediri, 1 september 2026