'Di antara Jarak dan Rintihan Kata'
Karya: Vika Nurul KurniawatiGetar rasanya hati ini merayu waktu untuk tunduk kepadaku,
Mengais aksara untuk merajut seberkas asa,
Pahit yang selalu mendatangiku lalu pergi tanpa melambai,
Sisa tisu berceceran ialah saksi mata yang sesungguhnya,
Terselip di antara sepasang indra
Tak satupun menarik reniku dari ku,
Sorak-sorak mulut yang bersembunyi melunturkan sedikit asa ini,
Lintriknya hanya sandiwara belaka
Atma ini selalu bergejolak tak pasti,
Mengikuti alunan alur yang nampak buram.
Memungut tetesan asa yang lusuh,
Merajut satu persatu aksara yang terselip
Tak berdaya gadis kecil ini menelan mentah-mentah pahit yang datang,
Tak berujung masalahnya yang kian seret
Hanya ringikan dalam hati yang membantu melegakan.
Betapa perihnya rasa ini yang terpendam kedasar lubuk nala,
Ia jadikan Buku dan pensil menjadi teman berceritanya.
Hanyut dalam keheningan,
Seolah kata yang keluar dari mulut mungilnya,
Hanya tanpa membawa arti.
Bantul, 2 September 2026