Di atas pecahan kaca
Karya: Usamah Islasah Karomah# Di Atas Pecahan Kaca
Selepas seragam kulepas,
hidup bertanya: ke mana aku melangkah?
Kuliah atau bekerja,
sementara tak ada tangan
yang menunjukkan arah.
Aku mencari Ayah
di antara riuhnya dunia,
berharap satu suara berkata,
“Jangan takut, Nak, Ayah di sini.”
Namun pagi tetap memanggilku kuliah,
mengejar masa depan yang cerah,
sementara malam mengajariku
cara bertahan seorang diri.
Hidup ternyata seperti
menginjak pecahan kaca:
setiap langkah menyakitkan,
namun berhenti bukan pilihan.
Aku lelah, Ayah.
Aku takut.
Aku hanya ingin bersandar,
bukan selalu menjadi kuat.
Tetapi jika takdir memintaku berjalan sendiri,
biarlah luka menjadi saksi:
aku mungkin berdarah,
aku mungkin menangis,
namun aku tidak akan berhenti.
Jepara 02 Januari 2025