Itu Tangisku
Karya: Tria Wahyu NingtiasItu tangisku...
Tangis yang kutelan mentah-mentah
takut jika satu kataku salah
takut lidahku melukai
lebih dalam dari seribu diam
Itu tangisku...
Tangis yang kusembunyikan rapat
takut ada yang tersinggung dengan jujurku
padahal aku hanya ingin bicara
tanpa harus jadi jahat
Itu tangisku...
Tangis yang kupadamkan diam-diam
jika langkahku tanpa sengaja menyakiti
aku minta maaf lebih dulu
baru pulang dan menangis di kamar
Itu tangisku...
Tangis yang kusensor setiap hari
jika raut wajahku menyayat hati orang
aku belajar tersenyum
meski di dalam dada sedang hujan
Itu tangisku...
Tangis yang paling sepi
jika tawaku pun membuat orang lain menangis
maka aku memilih menunduk
demi membuat semua orang baik-baik saja
Tapi siapa...
yang bertanya aku baik-baik saja atau tidak?
Maka hari ini cukup.
Cukup menahan.
Cukup jadi penenang semua orang
sementara aku berantakan.
Hari ini aku belajar bersuara
meski gemetar
belajar salah, lalu memperbaiki
bukan menghilang
belajar marah, lalu memeluk
bukan menyalahkan
Karena tangisku bukan petir
tangisku adalah hujan
dan setelah hujan
aku yang akan tumbuh lagi
lebih utuh
lebih berani
lebih pulang ke diri sendiri.
Magetqn, 09 September 2026