Hargai Sebuah Senyum
Karya: Syaila Alifa AzzahraPagi itu, kopi dingin di meja.
Surat kabar berisi berita duka,
dan tagihan listrik yang menumpuk di sudut ruangan.
Aku mencari harga sebuah senyum, berpikir mungkin ia dijual di toko seberang, bersama roti tawar dan susu kemasan.
Ternyata, ia hanya butuh satu hal:
melihat kucing tua yang tertidur di bawah hujan, dan menyadari bahwa dunia tetap berputar meski kita lupa caranya bernapas sejenak.
Di situlah aku paham, bahwa tertawa adalah cara termurah untuk menjalani hidup. Ia tidak meminta kita menjadi dewa pengendali takdir, hanya manusia biasa yang cukup bahagia melihat awan lewat, tanpa perlu memilikinya.
Kuala Tungkal, 14 September 2026