Luka yang diam
Karya: Suci ramadaniAir mata jatuh tanpa suara,
Mengalir perlahan membasahi pipi.
Ada sesak yang tertahan,
menimbun sepi di dalam dada.
Malam yang sepi kini terasa,
Membawa pergi semua cerita pada hembusan angin
Tangis ini akhirnya pecah meratapi takdir yang sangat amat perih
kini sepi menjadi teman yang setia dalam sunyi
Kehilangan dirimu membuat duniaku menjadi rapuh
Membilas perih yang menetap di diri,
Air mata yang terus terjatuh
dan dada yang masih sangat terasa sesak..
Biar malam ini aku terus menangis dalam sunyi
esok hari akan kusediakan senyum yang palsu..
sambil mengubur dalam-dalam semua luka yang perih.
GOWA, 12 september 2026