Dialog Sunyi dengan Tuhan
Karya: Siti Nurahma Aditia PutriDi tengah retak mimpi yang berulang kali hancur,
kaki melangkah di jalan-Mu dengan letih yang tak terukur.
Airmata jatuh menumpas sisa kepasrahan,
membasahi sajadah di tiap sujud dan pengharapan.
Aku tertatih dalam tanya yang tak kunjung usai,
apakah takdirku memang sirna dan tak pernah sampai?
Apakah ada dosa terselip yang belum terampuni,
hingga cobaan ini terasa begitu menghimpit hati?
Tuhan, jiwaku sungguh berada di titik paling lelah,
setiap doa kini berbalut tangis yang tak jua mereda.
Dalan setiap perjuangan, terselip bisik keputusasaan,
apakah keberhasilan memang bukan milikku di masa depan?
Namun malam ini, kuangkat tangan yang kian gemetar,
memohon ketenangan di tengah gelombang yang berkobar.
Tuhan, basuhlah lara ini dan peluklah jiwaku yang letih,
karena aku tak ingin lagi menangis dalam perih.
Sukabumi, 25 Agustus 2026