Lambaian tangan di ujung samudra
Karya: ARMIAN WAYABULAHari yang cerah datang menyapa
Melantunkan cahaya indahnya diantara subuh menjemput pagi
Gemulainya suara burung burung melengkapi
Indahnya karya tuhan yang ku sebut alam
Seperti biasanya alam memancarkan keindahan yang memikat
Dengan cahaya mentari yang ikut tersenyum
Menyambut hari baru
Dan mengenang hari lalu
Dunia boleh berjalan seperti biasanya
Tak sedikitpun ku membantah
Untuk alam berjalan sebagaimana mestinya
Tak sedikitpun ku meragukan keindahannya
Namun, boleh kah aku berkata?
Bahwa air laut itu terlalu lama memeluk apa yang menjadi milikku
Terlalu lama dia memangku bagian hidupku
Hingga milikku tak sanggup lagi ku sentuh
Bolehkah ku cemburu, tuan
Tidak masalah kah bila aku mengadukkan nya pada Tuhan?
Karna bila kau pergi bersama insan lain
Aku tidak mempermasalahkannya
Namun, berdasarkan kenyataan yang ada
Kau pergi beriringan dengan gelapnya samudra
Yang mana kau tahu
Dekapan samudra adalah ketakutan terbesarku
Kini, mimpi buruk ku bukan lagi tentang kau yang bisa pergi dengan insan lain
Tapi tentang kenapa aku sudah tak sanggup lagi melihatmu secara nyata?
Bahkan, wewangian mu terasa begitu mahal hingga aku tak mampu menghirupnya lagi.
Dan sekarang dunia berjalan sepertinya biasanya
Itu yang orang lain rasakan, tapi tidak dengan yang kurasakan
Karna sekarang kau hanya hadir dalam imajinasiku
Kau tidak hadir seperti yang kau janjikan dibawah langit senja itu
Seberapa besar aku merindukanmu
Sebesar itu pula aku membenci samudra itu
Yang kini, tak terdengar lagi langkahmu menghampiriku
Tapi napas mu lah yang telah abadi bersama gelapnya samudra.
Bula, 29 Agustus 2026