Aku Juga Ingin Dibanggakan
Karya: SITI AISYAH NASUTIONAku adalah anak kedua,
yang prestasinya sering luput dari pandangan,
yang namanya jarang hadir dalam kebanggaan,
sebab ada seseorang di rumah
yang selalu lebih dulu dibanggakan.
Mengapa keberuntungan
seakan enggan singgah kepadaku?
Aku yang hanya mampu menangis dalam diam,
di bawah sunyi malam,
menyimpan sesak yang tak mampu kuucapkan.
Suaraku tercekat ketika dibentak,
air mata jatuh tanpa pernah diminta.
Aku juga ingin dibanggakan,
ingin diperhatikan,
ingin didengar tanpa harus lebih dulu terluka.
Aku ingin ketika aku salah,
kalian bertanya lebih dulu,
“Apakah kamu baik-baik saja hari ini?”
bukan bentakan dan hinaan
yang datang sebelum penjelasan.
Aku juga ingin seperti anak-anak yang lain,
yang dipeluk ketika sedih,
dinasihati ketika salah,
dan dicintai tanpa harus dibandingkan.
Katanya, rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang.
Namun mengapa bagiku,
rumah terkadang justru menjadi
tempat paling sunyi untuk menangis?
Aku tidak meminta menjadi
anak yang paling dibanggakan.
Aku hanya ingin kalian melihatku,
melihat setiap usaha yang telah kulakukan.
Namun aku masih menyimpan harapan,
semoga suatu hari nanti
rumah tak lagi menjadi tempat untuk menyembunyikan air mata,
melainkan tempat aku menemukan pelukan
dan merasa bahwa aku pun berharga.
Semoga suatu hari nanti,
namaku juga disebut dengan bangga,
bukan karena aku telah menjadi sempurna,
tetapi karena kalian akhirnya melihat
bahwa sejak dulu,
aku hanya ingin dicintai.
Panyabungan, 9 September 2026