Tangisanku Pecah Melihat Pergimu
Karya: Siswandi Suwarsa, SH.Siang itu matahari bersinar terik,
seolah sedang menyoroti kami berdua,
memerankan pertikaian saling kritik,
tanpa skenario mengatur kata - kata
di ujung kesimpulanmu, kau menuduh
tanpa bukti.
Akhirnya aku diam, namun hati mengeluh,
" teganya kau menuduh tak berbukti".
Lantas kau berkata, " sudahlah kita putus, "
kau punggungi aku dan pergi,
bersama lelaki bermobil, berstatus.
Air mataku pecah di hati.
Tangisanku pecah melihat pergimu.
cinta terkalahkan harta dan tahta,
" Aku mendapat pelajaran darimu, "
Ternyata mencintai jangan buta.
Tak terasa sore hari datang
telah mengganti sang siang,
angin menamparku mengemplang,
Menyadarkanku, aku harus pulang.
Pasir pantai membisu, tertidur
gelombang laut masih berdebur
saat motorku, ku stater bersuara " jegur "
Ku tinggalkan lautan dengan rasa hancur
Semarang, 31 Agustus 2026