Antara Kamar dan Raga
Karya: Sifa MaulidaRintik hujan deras menyapu kaca jendela, mendekap sepi kamar yang lara.
Di sudut ruang kelam, raga terpaku memeluk lutut tanpa suara.
Dada kian sesak, menahan beban berat yang enggan mereda.
Simbah air mata luruh tanpa permisi, mengalir deras membasahi pipi dan membasuh duka jiwa.
Mengapa sembilu ini terasa begitu perih, menusuk lubuk suksma? Semesta runtuh hancur berkeping, menyisakan lara yang kian bertahta. Aku terisak dalam sunyi hening malam, meratapi nasib penuh nestapa. Biarlah duka mengalir bebas, melarutkan seluruh kesedihan yang tersisa. Hingga fajar tiba, membawa senyum kembali bersemi.
Balangan, 31 Agustus 2026