Akar Penopang di Balik Tangisku
Karya: Delda Arifpah DillahDulu, tangisku sering pecah dalam ruang yang hampa.
Langkahku gontai, sempat hilang arah tanpa ada sosok pelita di sisi.
Kalbu ini terasa pucat, tak berwarna, dan membeku dalam sepi.
Hingga akhirnya kau datang, Ayah.
Terima kasih telah hadir membawa lengkung senyum yang baru.
Kau warnai kembali kalbu yang sempat mati, memenuhi ruangan redup ini dengan gelak tawa yang hangat.
Tanganmu sabar membimbingku, mengajariku arti kehidupan yang sesungguhnya.
Kau bagaikan akar kokoh yang tak bersuara, diam-diam menopang rantingku yang rapuh agar kembali bersemi dan berani menghadapi dunia.
Untukmu, aku menyayangimu, Ayah.
Rokan Hulu, 31 Agustus 2026