Laut Kecil di Wajah
Karya: Shelvi Coralisa AdianiTangis bukan selalu hujan yang jatuh dari mata.
Kadang ia adalah senja yang patah di ufuk dada,
warna jingga yang perlahan kehilangan cahayanya.
Kadang ia seperti kaca yang retak tanpa suara,
menyisakan serpihan tajam di dalam ingatan.
Di malam yang sunyi, air mata menjadi laut kecil
yang pasang di sudut-sudut wajah.
Setiap tetes membawa nama yang tak lagi dapat dipanggil,
serta kata-kata yang membeku di ujung lidah.
Ada tangis yang seperti api
diam-diam membakar ruang paling dalam,
tanpa asap, tanpa suara, tanpa siapa pun tahu.
Namun, dari mata yang pernah basah,
hati belajar membaca luka
sebagai jalan menuju cahaya.
Argamakmur, 2 September 2026