Prasasti Tawa yang Keras Kepala
Karya: Septi RenataTakdir hidup perempuan itu terasa kelam
Namun ia tetap tegak menjemput hari baru
Saat badai datang menghantam begitu dalam
Jiwanya serupa baja yang menolak belenggu
Bibirnya memahat guratan sasmita yang tajam
Menepis segala bentuk nestapa yang kaku
Beban fana datang bertubi-tubi selalu menghunjam
Lebur seketika oleh gema tawa peredam pilu
Langkahnya berani menantang malam yang mencekam
Membakar habis serpihan duka masa lalu
Jejak derita lama tertulis sangat buram
Kini musnah tersapu angin yang berlalu
Suara gema haysa riang tidak meredam
Menyapu bersih sisa dendam di kalbu
Prasasti tawa keras kepala telah tertanam
Membuat alur hidup berjalan penuh tuju
Hari depan indah datang tidak suram
Cahaya senyum manis bersinar terang membiru
Ia berdiri tegak memecah sunyi yang membungkam
Menertawakan takdir yang mencoba membelenggu
Sekura, 8 September 2026