Arunika dalam Tawa
Karya: Selvia PasaribuAngin berbisik pelan di sela telinga,
ketika kita berteduh di bawah pohon rindang,
menenun kembali cerita-cerita kecil yang pernah kita tinggalkan dimasa kanak-kanak.
Tawa kita begitu sederhana,
namun cukup untuk menyembuhkan rindu yang lama bersemayam pada hari-hari yang telah berlalu.
Setiap kata yang terucap,
menjadi hangat yang perlahan mengendap di dada.
Bukan karena kemewahan,
bukan pula karena dunia sedang baik-baik saja,
Melainkan karena kita masih tahu bagaimana caranya tertawa tanpa beban.
Hanya dengan canda,
hidup kembali menemukan warnanya.
Hati yang sempat lelah
seakan belajar kembali,
seolah waktu memberi kita kembali ke kesempatan untuk menjadi anak-anak lagi.
Medan, 3 September 2026