Simfoni Kembang Api di Sudut Bibir
Karya: Sauqi Akhdan Khoerul AbbadMula-mula senyum tumbuh perlahan,
di sudut bibir yang nyaris tak terlihat.
Lalu tawa pecah menjadi percikan,
menyentuh udara, mengusir sunyi sesaat.
Ia meluncur menuju langit malam,
merekah dalam warna yang berpendar.
Satu suara menjadi riuh yang dalam,
satu tawa mengundang tawa yang lain terdengar.
Namun tak ada cahaya yang enggan padam,
tak ada kembang api yang menetap di angkasa.
Warna-warninya surut perlahan dalam malam,
meninggalkan langit yang kembali biasa.
Maka biarlah ia selesai pada waktunya,
sebab indah tak selalu berarti selamanya.
Jika tawa hanya singgah sesaat di dunia,
tertawalah sebelum cahaya kembali tiada.
Magetan, 15 September 2026