Hujan di kelopak mata
Karya: Dina UsturiyahHujan singgah di kelopak mata,
membasmi jalan yang tidak pernah kering.
Ada luka yang diam-diam bicara,
lewat bulir yang runtuh tanpa bunyi berdering
Bukan kelemahan yang sedang ditunjukkan,
saat air mata turun perlahan-lahan.
Ia adalah bahasa yang tidak terucapkan,
ketika kata sudah kehabisan jalan.
Tangis bukanlah akhir dari sebuah cerita,
melainkan jeda sebelum langkah berikut dimulai.
Setiap tetes menyimpan makna,
tentang hati yang sedang belajar untuk kembali pulih.
Maka biarkan ia jatuh sesekali,
sebab bukan sebuah aib menjadi manusia.
Orang yang menangis bukan berarti kalah diri,
ia sedang memeluk lukanya dengan cara yang sederhana.
Pamulang, 15 September 2026