Sekolah Impian yang Membawa Luka
Karya: Salwa AuliaDulu, smanjas adalah sekolah
yang kusebut dalam doa,
dengan harapan sederhana:
semoga di sana aku menemukan
masa muda yang indah.
Namun ternyata,
sekolah impian itu mengajariku
bahwa tidak semua mimpi
datang bersama bahagia.
Setiap pagi aku datang membawa senyum,
setiap pulang aku membawa tangis.
Di antara ramai suara dan tawa,
aku berkali-kali merasa
seperti seseorang yang tak terlihat.
Aku mencoba bertahan.
Menelan kecewa, menyembunyikan air mata,
dan meyakinkan diri bahwa esok
mungkin akan lebih baik.
Tiga tahun kulewati demikian.
Hingga hari kelulusan tiba.
Saat semua orang menangisi perpisahan,
aku justru menangis karena lega.
Bukan karena aku tak menghargai kenangan,
tetapi karena akhirnya
aku berhasil melewati
sekolah impian
yang ternyata menyimpan begitu banyak luka.
Karawang, 30 Agustus 2026