Aku Memilih Tawa
Karya: Salsabila AljahroAku Memilih Tawa
Pernah kutemukan malam tinggal terlalu lama
di ruang paling sunyi dalam dadaku.
Ia membawa hujan ke mataku,
lalu menyisakan jejak-jejak basah
yang enggan dijelaskan kepada siapa pun.
Aku pernah ingin menyerah pada kelabu,
membiarkan hari berjalan tanpa warna.
Namun, pagi selalu datang
dengan cahaya yang tak pernah meminta izin.
Maka, di antara retak yang kupeluk diam-diam,
aku belajar menemukan bunga.
Aku memilih tawa.
Bukan karena hidup selalu ramah,
bukan pula karena luka telah hilang.
Aku tertawa karena akhirnya mengerti:
setiap jatuh mengajarkan kaki untuk kembali berdiri,
dan setiap air mata pernah menjadi jalan
yang mengantarkanku pulang kepada diri sendiri.
Hari ini, apa pun yang datang,
aku memilih hidup dengan tawa.
Kota Tangerang, 30 Agustus 2026